Genap 2 bulan kemaren(tepatnya 13 June, 08) saya take off dari Bandara Sultan Iskandar Muda “Nanggroe Aceh Darussalam” menuju ke Jakarta setelah selesai menjalankan misi agung di bumi Aceh. Bukan misi agung sebenarnya, tapi misi saya:D. Tak terpikirkan dan tidak ada rencana sama sekali sebelumnya kalo saya akan meluncur ke kota serambi Makkah ini. Gimana bisa jalan-jalan ke luar kota, luar pulau dengan job tittle sebagai NE dan position based in NOC yang notabene harus standby in de offic aja(kecuali jika sangat dibutuhkan). Tapi singkat cerita, suatu hari bos saya ngomong ke saya “Nu, ini client kita yang di Aceh butuh bantuan untuk setting BGP Multihoming di network mereka. Siap berangkat yah!!” Oke bos, siyab jalan-jalan sayah
. Asyik, akhirnya sekali-kali bisa keluar kandang bisa menghirup udara segar.
Beberapa hari kemudian(pagi setengah siang di hari Jum’at 6 June, 08) pas saya lagi asyik main dengan sebuah pc punya seorang teman di rumah(kebetulan lagi out of office alias prei), bos saya telepon.
Bos saya : Nu, ini client kita ternyata akan ada test ULO (Uji Layak Operasi) dari Dirjen Postel di akhir-akhir bulan Juni ini. Jadi dalam waktu dekat mungkin berangkat, untuk kapan pastinya nanti aku diskusiin dulu ma orang sono”, gimana bisa ?
Saya : Ehmm….ehmm….waduh gmn ya, minggu depan saya ada ujian dan tugas kuliah yang harus dikumpulkan nih
.
Bos saya : Emang ujian kamu tanggal berapa sih ?
Saya : Jum’at malem tanggal 13 bos…
Bos Saya : Oh..kalo gitu berangkatnya dipercepat aja ya, kalo bisa besok kamu dah berangkat. Pie ?
Saya : Ha…!?! ehm…
(mikir ngalor ngidul, ngetan ngulon…akhirnya nemukan jawaban) sek-sek bos, temen2 kira-kira ada yang bisa gantiin gak ya?
Bos Saya : Ga ada yang bisa juga Nu! tadi aku dah tanya si A juga ada ujian minggu-minggu ini, terus si B kayaknya belum siap untuk berangkat.
Saya : Waduh nasib anak kuli+ah, ga ono sing iso yo…
Bos Saya : Ya..mungkin paling lama di sono 6harian lah. Hanya setting BGP and setting2 tambahan jika ada request lain dari orang sono 6 hari cukup lah. Kan pas kalo besok kamu berangkat, hari kamis tgl 12 kamu dah bisa balik. Tgl 13 nya masih bisa ikut ujian, Pie?
Saya : Yawis, oke bos…siyab berangkat aku. (Shock banged rasanya, mendengar besok harus berangkat. Persiapan yang mepet banged buat pertama kalinya saya terjun ke lapangan, sendirian pula)
Bos saya : Ok kalo gitu. Nanti aku omongin ke orang sono dulu, kalo mereka OK nanti aku suruh mbak “d” cariin tiket buat kamu besok. Ya udah, ntar aku telpon kamu lagi ya.
Saya : Siyab bos..
Pada sore hari waktu saya lagi asyik walking-walking and hunting something in da mall Ambasador, bos saya telpon.
Bos saya : Nu, kamu lagi dimana ?
Saya : Lagi keluar nih. Gimana bos jadinya ?
Bos saya : Barusan aku dah telpon ke Mr. y, dia OK kalo engineer kita berangkat besok. Terus ini juga dah dapet tiket buat besok, Garuda jam setengah 7 pagi berangkat. Kowe ndang siap-siap yo…. Ohya nanti sore kamu ke kantor buat ngambil ticket and sangu gawe neng kono.
Saya : Wah Garuda, my first time flying with Garuda. Hehe..:D Tapi kog isuk banged to bos, lom siap opo opo kiy.
Bos saya : Ono e cuma iku Nu! Nek ono lione, yo ga milih Garuda to. enak kowe ngko numpak Garuda.
Saya : Hehe, siip de bos…
Bos saya : Yawis ngko mampir kantor yo!
Saya : Ok bos..
Setelah menemukan barang yang saya cari, akhirnya saya pun langsung cabut dan meluncur ke Kantor. Tiba di kantor saya langsung nyiapin laptop dan tools buat besok. Setelah beres, segera saya kantongin ticket dan beranjak pulang tuk prepare barang-barang di rumah.
Sabtu pagi pukul 04:00WIB, segera saya tancap gas meluncur ke kantor untuk menjemput taxi yang telah dipesan oleh seorang teman di kantor. Kemudian oleh Pak Sopir taxi, saya diantarkan ke Bandara, Cengkareng. Tepat pada pukul 06:30WIB pesawat Garuda Indonesia Airlines take off menuju Aceh, dan sekitar pukul 09:00WIB pesawat telah landing di Bandara Sultan Iskandar Muda. Nerves banged sumpah, waktu pertama kali menginjakkan kaki di bumi Aceh. Yup, this my first time comes to Aceh.. Sempat teringat masa-masa lampau jaman masih adanya GAM dan tragedi Tsunami, fiyuh. Tapi lebih nerves lagi dengan misi saya ini, pertama kalinya keluar kandang dan dilepas di hutan
.
Tak lama kemudian ada telpon masuk ke hp saya, ternyata dari “Mr. P” yang merupakan kerabat dekat dari “Mr. Y” yang akan menjemput saya di Bandara dan “Mr. P” ternyata sudah berada di depan terminal kedatangan menunggu saya. Akhirnya, kami pun bertemu dan setelah saling berkenalan tak lupa bersaliman tangan sambil ngobrol-ngobrol bentar, kami pun langsung cabut dan meluncur dengan mobil tunggangan “Mr. P”. Kami pun asyik melanjutkan obrolan kami di dalam mobil. Beberapa menit berselang, “Mr. P” tiba-tiba said, “Nah di depan sebelah kiri itu ada kuburan massal korban tsunami dulu(sambil menunjukkan tangannya ke arah kiri)”. Ssssttt………………………………… Suasana pun menjadi hening sesaat, saya terdiam dan terus ku amati kuburan massal itu.

Sekitar 20 menit kemudian, kamipun sampai di hotel tempat saya menginap selama saya berada di Aceh. Setelah check in, kami langsung melanjutkan perjalan ke kantor Mr. Y yang merupakan target sasaran dari misi saya kali ini. Akhirnya…perjuangan saya akan segera dimulai!!!
Saat tiba di kantor, Mr. Y dan karyawan2 lain telah siap menyambut saya dengan suka cita. Dan sesuai dengan pokok bahasan misi saya di sini, kami langsung membahas polemik dan problematika yang sampai saat itu melanda kawasan mereka:D. Hasil diskusi ngalor ngidul, ngetan ngulon, serta setelah melakukan pembelajaran tentang network di sana, saya berkesimpulan awal bahwa sepertinya akan banyak hal yang akan saya kerjakan di sana. Dan tidak sesuai dengan perkiraan awal sebelumnya.. Dengan mengandalkan jurus-jurus alakadarnya yang telah saya pelajari selama saya terjun di dunia networking, alhamdulillah…akhirnya sesuai dengan rencana dalam 6 hari saya dapat menyelesaikan apa yang telah saya rencanakan untuk melawan problematika di sana, fyuh….
Di hari terakhir setelah kerjaan kelar, Mr. P dan rekan kerja saya di sana (Mr. N) mengajak saya untuk jalan-jalan menengok peninggalan sejarah dari tragedi Tsunami. Wah ini yang tak tunggu-tunggu:) Tujuan pertama kita bertiga (saya, Mr. P dan Mr. N) mampir ke Masjid Baiturrahman untuk menunaikan Shalat Ashar, dan tak lupa jepret2 dulu
.

Setelah puas jepret2, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju ke tempat terdamparnya Kapal Laut PLTD Apung di kawasan permukiman penduduk.

Hmmm, kapal segede itu bisa terdampar sejauh +/- 5 Km dari laut. Tak terbayang tingginya air waktu terjadinya Tsunami setinggi apa. Subhanallah,Maha besar Allah… Karena hari sudah sore, kami memutuskan untuk beranjak pergi ke pantai yang dinamakan pantai Ulele sebagai tujuan terakhir jalan-jalan . Pas banged, sore itu kita bisa menikmati indahnya matahari terbenam di pantai Ulele.

Tapi sayang euy, tidak bisa mampir ke pulau Sabang.. Padahal dah terlihat di depan mata
. Bijimana lagi, soalnya besok pukul 11:45WIB saya harus take off pulang ke Jakarta untuk mengikuti ujian kuliah malam harinya.
Besok harinya saya berpamitan dengan seluruh penghungi kantor, dan setelah itu segera diantar oleh Mr. P ke bandara. Sebelumnya, kami menyempatkan diri mampir ke toko oleh2 khas Aceh untuk membeli sedikit souvenir dan makanan khas Aceh. Diluar perkiraan Mr. P, ternyata perjalan ke toko khas Aceh ini memakan waktu lama. Akhirnya setelah semua selesai dibungkus, Mr. P langsung tancap gas meluncur ke Bandara. Kamipun sampai di Bandara tepat pukul 11:30WIB, untung saja pesawat yang akan saya naiki ke Jakarta mengalami delay hingga batas waktu yang belum ditentukan. Syukur de…ndak jadi ketinggalan pesawat dan saya masih bisa mengikuti ujian kuliah malam nanti(batinku dalam hati). Tapi setelah beberapa menit menunggu, kog ga berangkat2 ya? bisa2 ketinggalan ujian nih:(. Akhirnya setelah menunggu lebih dari 1 jam, pesawat pun take off dan sampai di Jakarta pukul 15:20WIB. Dengan langkah seribu, saya langsung keluar untuk mencari taxi. Rasanya badan letih, capek banged berdiri sambil nunggu taxi ga datang2. Sepertinya kecapekan waktu lari-lari ngejar pesawat tadi,fyuh…
Dengan kemacetan ruas jalan di Jakarta, akhirnya saya sampai di kantor pukul 17:00WIB. Karena dah letih sangad amat, saya pun pulang dan tidur. Niat untuk ikut ujian kuliah pun terkalahkan dengan rasa letih, dan waktu pun seakan tak memberi kesempatan untuk bisa mengejarnya. Secara kuliah masuk jam 18:30WIB. Pupus sudah harapanku, ga ikut ujian. Tapi untungnya kampus saya ini, memberikan toleransi untuk pengambilan mata kuliah bagi yang tidak lulus atau sekedar untuk perbaikan nilai. Jadi kesimpulannya, saya bisa tidur tenang sore itu
….